0

MORFOLOGI (AFIKS, ALOMORF, AFIKSASI, KATA ULANG, KATA MAJEMUK)

  1. A.    Afiks
    1. 1.      Pengertian Afiks

Afiks adalah satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan memebentuk kata baru. Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar.

  1. 2.      Macam- Macam Afiks
    1. Prefiks

Awalan atau prefiks adalah sebuah afiks yang dibubuhkan pada awal sebuah kata dasar. Kata prefiks diserap dari kata prefix yang terdiri dari kata “fix” yang berarti membubuhi dan “pre” yang berarti sebelum.

Macam-Macam Prefiks :

1)      Prefiks di-

Membentuk kata kerja, dan menyatakan makna pasif. Contoh : diambil, diketik, ditulis, dijemput, dikelola

2)      Prefiks me-

Membentuk kata kerja atau verba. Prefiks ini mengandung arti struktural. Prefiks ini mengandung beberapa arti :

a)      Melakukan tindakan seperti tersebut dalam kata dasar. Contoh : menari, mengarsip, menanam, menulis, mencatat

b)      Membuat jadi atau menjadi. Contoh : menggulai,meninggi, menurun, menghijau, menua

c)      Mengerjakan dengan alat. Contoh : mengetik, membajak, mengail, mengunci

d)     Berbuat seperti atau dalam keadaan sebagai. Contoh : membujang, menjanda, membabi buta

e)      Mencari atau mengumpulkan. Contoh : merotan, mendamar.

3)      Prefiks ber-

Berfungsi membentuk kata kerja (biasanya dari kata benda, kata sifat, dan kata kerja sendiri. Prefiks ini mengandung arti :

a)      Bermakna mempunyai. Contoh : bernama, beristri, berjanggut,

b)      Bermakna memakai. Contoh :berbaju biru, berdasi, bernusana

c)      Melakukan tindakan untuk diri sendiri. Contoh : berhias, bercukur, bersolek

d)     Bermakna berada dalam keadaan. Contoh ; bersenang-senang, bermalas-malas, berpesta-ria, berleha-leha

e)      Bermakna saling atau timbal balik (resiprok). Contoh : bergelut, bersalaman, berbalasan

4)      Prefiks pe-

Berfungsi membentuk kata kerja, kata benda dan kata benda sendiri.

a)      Bermakna sebagai alat untuk me…. Contoh : perekat, pengukr, penghadang, penggaris.

b)      Bermakna orang yang gemar. Contoh ; penjudi, pemabuk, peminum, pecandu

c)      Bermakna orang yang di. Contoh : pesuruh

d)     Bermakna alat untuk. Contoh : perasa, penglihat

5)      Prefiks ter-

Berfungsi membentuk kata kerja (pasif) atau kata sifat. Arti yang dimiliki antara lain :

a)      Dalam keadaan di. Contoh : terkunci, terikat, tetutup, terpaksa

b)      Dikenai tindakan tak sengaja. Contoh : terbawa, terpukul

c)      Dapat di. Contoh : terangkat, termakan, tertampung.

d)     Paling (superlatif). Contoh : terbaik, terjauh, termahal, terendah

6)      Prefiks ke-

Berfungsi membentuk kata bilangan tingkat dan kata bilangan kumpulan, kata benda dan kata kerja.Sebagai pembentuk kata benda, prefiks ke- bermakna gramatikal ‘yang di…..i’ atau ‘yang di…kan’, seperti pada kata kekasih dan ketua.

  1. Infiks

Infiks atau sisipan adalah afiks yang dibubuhkan pada tengah-tengah kata. Berikut daftar kata dalam Bahasa Indonesia yang dapat diberi sisipan :

1)      Sisipan –el-

a)      Jajah menjadi jelajah

b)      Gembung menjadi gelembung

c)      Luhur menjadi leluhur

d)     Tunjuk menjadi telunjuk

e)      Tapak menjadi telapak

2)      Sisipan –er-

a)      Jari menjadi jemari

b)      Gigi menjadi gerigi

c)      Kudung menjadi krudung

d)     Suling menjadi seruling

e)      Runtuh menjadi reruntuhan

3)      Sisipan –em-

a)      Kilau menjadi kemilau

b)      Kuning menjadi kemuning

c)      Tali menjadi temali

d)     Serbak menjadi smerbak

e)      Turun menjadi temurun

4)      Sisipan –in-

a)      Kerja menjadi kinerja

b)      Sambung menjadi sinambung

5)      Sisipan –ha-

a)      Dulu menjadi dahulu

b)      Saya menjadi sahaya

c)      Basa menjadi bahasa

  1. Sufiks

Sufiks atau akhiran adalah afiks yang dibubuhkan pada akhir sebuah kata. Macam-macam sufiks yaitu : -an, -kan, -i, -wati, -wan, -man, -logi, -sasi, -if, -is, -iah, dll.

Contoh Kata : mainan, ambilkan, sirami, karyawati, seniman, egois, alamiah, dll.

  1. Konfiks

Konfiks adalah afiks yang terdiri dari prefiks dan sufiks yang ditempatkan diantara kata dasar. Kata konfiks berasal dari bahasa latin con- (dengan) dan fix- (tambahan).

Bentuk-bentuk Konfiks

1)      Ber-kan

Jika dipasangkan dengan kata benda tertentu akan membentuk makna “menjadikan yang disebut pelengkapnya sebagai yang disebut kata dasarnya”.

Contoh : bersenjatakan, berdasarkan

2)      Ber-an

a)      Jika dipasangkan denga kata kerja yang menyatakan gerak akan membentuk makna “banyak serta tidak teratur”.

Contoh : bertaburan, berterbangan

b) Jika dipasangkan dengan kata kerja tertentu atau pada kata benda yang menyatakan letak atau jarak maka akan membentuk makna “saling atau berbalasan”.

Contoh : berpotongan, bersebelahan

3)      Per-kan

a)      Jika dipasangkan dengan berberapa kata kerja tertentu akan membentuk makna “jadikan bahan”.

Contoh : pertunjukan

b)      Jika dipasangkan dengan beberapa kata sifat akan membentuk makna “jadikan supaya”.

Contoh : perkenalkan

4)      Per-an

a)      Jika dipasangkan dengan kata kerja tertentu akan membentuk makna “melakukan hal”

Contoh : pergerakan

b)      Jika dipasangkan dengan kata benda maka akan membentuk makna “masalah tentang “.

Contoh : perekonomian, perhotelan

5)      Pe-an

Mempunyai 6 bentuk yaitu pe-an, pem-an, pen-an, peng-an dan penge-an

a)      Jika dipasangkan dengan kata kerja, kata benda, kata sifat maka akan membentuk makna “hal atau peristiwa”.

Contoh : penghijauan, pembinaan, pemasaran

b)      Jika dipasangkan dengan beberapa kata kerja, kata sifat, kata benda, akan membentuk makna “proses”.

Contoh : pembayaran, penulisan.

c)      Jika dipasangkan dengan beberapa kata kerja, kata sifat, kata benda akan membentuk makna “tempat”.

Contoh : pemakaman, pelelangan.

d)     Jika dipasangkan dengan kata kerja, kata jadian pada kata gabung maka akan mendaptkan makna “alat”.

Contoh : penggorengan, penglihatan.

6)      Me-kan

a)      Jika dipasangkan dengan kata dasar merupakan kata sifat atau kata kerja yang menyatakan keadaan, maka maknanya “menyebabkan jadi”.

Contoh : membingungkan

b)      Jika dipasangkan dengan kata dasar merupakan kata sifat yang berbentuk gabungan kata, maka maknanya adalah “membuat jadi”.

Contoh : menghancurleburkan

7)      Me-i

a)      Me-i + kata sifat menghasilkan makna “membuat jadi”

Contoh : menerangi

b)      Me-i + kata benda menghasilkan makna “memberi atau membubuhi”

Contoh : menggarami, menggulai

c)      Me-i + kata kerja menghasilkan makna “melakukan sesuatu”.

  1. B.     Alomorf
    1. 1.      Pengertian Alomorf

Alomorf merupakan bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang  sama atau pewujudan konkrit dalam sebuah morfem atau anggota-anggota suatu morfem.

  1. 2.      Bentuk-Bentuk Alomorf
    1. Alomorf me-

Alomorf  me- terbentuk jika bertemu dengan kata yang berhuruf awal r, w, m, n, ng, ny.

Contoh : rasa – merasa                        wajib – mewajibkan

nanti – menanti                      nyanyi – menyanyi

  1. Alomorf mem-

Alomorf mem- terbentuk jika bertemu dengan kata yang berhuruf awal b, p, f, dan v.

Contoh : buru – memburu                   foto – memfoto

pisah – memisah                      vonis – memvonis

  1. Alomorf men-

Alomorf men- terbentuk jika bertemu dengan kata yang berhuruf awal c, d, j, sy, dan t.

Contoh : catat – mencatat                               datang – mendatangi

tendang – menendang                syukur – mensyukuri

  1. Alomorf meng-

Alomorf meng- terbentuk jika bertemu dengan kata yang berhuruf awal a, i, u, e, o, g, h, k.

Contoh : asuh – mengasuh                  usir – mengusir

  1. Alomorf menge-

Alomorf menge- terbentuk jika bertemu dengan kata dasar yang terdiri dari suku kata.

Contoh : cat – mengecat                                 lap – mengelap

  1. Alomorf meny-

Alomorf meny- terbentuk jika bertemu dengan kata yang berhuruf awal s.

Contoh : sapu – menyapu                   sikat – menyikat

  1. C.    Kata Berimbuhan (Afiksasi)
    1. 1.      Pengertian Kata Berimbuhan (Afiksasi)

Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pemberian imbuhan. Misalnya kata ambil + (me-) → mengambil; tulis + (pe-an) → penulisan

  1. 2.      Proses Pemberian Imbuhan

Dalam proses pemberian imbuhan :

  1. Ada kalanya mengalami peubahan bunyi, misalnya me → meng, men, mem, meny, (mengambil, menulis, menyapu, membaca) mengikuti aturan.
  2. Menghasilkan makna gramatikal (panjang → memanjang (menjadi panjang)
  3. Mengubah fungsi / kelas kata makan (Kk) + an → makanan (Kb)
  4. 3.      Makna atau Nosi dalam Kata Berimbuhan

Kata berimbuhan memiliki beberapa makna, arti makna/nosi antara lain, yaitu:

  1. Makna benekatif : melakukan sesuatu untuk orang lain, contoh: menuliskan, membuatkan.
  2. Makna refleksif : melakukan sesuatu untuk diri sendiri, contoh: bersolek bercermin.
  3. Makna repetitif : melakukan berulang-ulang, contoh: memetiki, memukuli.
  4. Makna kausatif : membuat jadi, contoh: meninggikan, mempertinggi.
  5. Makna superlatif : paling, contoh: terpandai, tercantik.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa contoh kata berimbuhan beserta nosinya :

1) Imbuhan Ke-

Fungsi :

a)      Membentuk kata bilangan tingkat (kedua, ketiga, ketujuh)

b)      Membentuk kata bilangan kumpulan (kesebelas orang itu terluka)

c)      Membentuk kata benda (kekasih, ketua, kehendak)

Nosi :

a)      Menyatakan yang di- (kekasih, ketua, kehendak)

b)      Menyatakan tingkat atau himpunan

2)  Imbuhan Pe-

Fungsi :

a)      Membentuk kata benda

Nosi :

a)      Orang yang bekerja (petani, pelayan, pengarang)

b)      Alat (peneropong, penutup, pemancar)

c)      Mempunyai sifat (pemalu, pemarah, penakut)

d)     Orang yang gemar (perokok, peminum, pecandu)

e)      Yang menyebabkan (penyakit, pengharum, penghalus)

3) Imbuhan Se-

Fungsi :

a)      Sebagai kata keterangan (semalam ia datang)

b)      Sebagai kata sambung (sesudah makan ia pergi)

c)      Tidak mengubah jenis kata

Nosi :

a)      Satu (sebuah, sehari, sebatang)

b)      Seluruh (se-Indonesia, sekampung, sedunia)

c)      Sama dengan (sepandai, secantik, setinggi)

d)     Sebanyak (semaumu, sebisaku, seingatku)

e)      Setelah (sesampai, seusai, sepulang)

4) Imbuhan Me-

Fungsi :

a)      Membentuk kata kerja transitif dan intransitif

Nosi  Transitif :

a)      Melakukan suatu perbuatan (menikam, mencium, menanam)

b)      Perbuatan dengan alat seperti kata dasar (mencangkul, memarang, menyapu)

c)      Menghasilkan seperti kata dasar (menyambal, merujak)

Nosi Intransitif :

a)      Mengerjakan sesuatu (menari, menyanyi, mendidik)

b)      Menghasilkan (menelur, mengeluh, meringkik)

c)      Berbuat seperti (membatu, membabi buta, menyatu)

d)     Menghisap/minum (merokok, meminum)

e)      Dalam keadaan (mengantuk, menganga)

f)       Menuju ke arah (menepi, mendarat, menjauh)

g)      Mencari/mengumpulkan (merotan, mendarat)

h)      Menjadi (meninggi, mengeras, mengencang)

5) Imbuhan Ber-

Fungsi :

a)      Membentuk kata kerja aktif

Nosi dari Kata Benda :

a)      Mempunyai (berkaki, beruang, berharta, bernama)

b)      Memakai (berbaju, bersepeda, berkacamata)

c)      Mengerjakan 9bersawah, bernafas, bernyanyi)

Nosi dari Kata Kerja :

a)      Reflektif (berhias, berjemur, bersembunyi)

b)      Resiprok (berkelahi, bertinju, berselisih)

c)      Intransitif (berjalan, berlari, berdiri)

d)     Mempunyai pekerjaan (berkedai kopi, bermain bola)

Nosi dari Kata Sifat :

a)      Menghasilkan (bertelur, beranak, berbuah)

b)      Dalam keadaan beramai-ramai, bergegas, bersuka cita)

  1. 4.      Imbuhan (Afiks) baru
    1. A +  moral = amoral, Asusila
    2. Ab  +  normal = abnormal
    3. Non + formal = nonformal
    4. Adi + daya = adidaya
    5. Eka, dwi, tri, catur, panca + sila = ekasila, dwisila, trisila, catursila, pancasila, dst.
    6. Semi → semifinal
    7. Pasca → pascasarjana
    8. Para → paranormal
    9. Purna → purnawirawan, purnakarya
    10. Ekstra → ekstraketat
    11. Intra → intrakurikuler
    12.  Super → superhebat
    13. Ultra → ultraviolet
    14. Tuna → tunawisma
    15. Radio → radioaktif
    16. Pra → prasejarah
  2. D.    Kata Ulang
    1. 1.      Pengertian Kata Ulang

Kata ulang ialah kata jadian yang terbentuk dari pengulangan kata.

  1. 2.      Bentuk-bentuk kata ulang
    1. Kata ulang murni atau pengulangan seluruh (dwilingga), yaitu pengulangan seluruh kata dasar.

Contoh : Ibu-ibu, hitam-hitam, kuda-kuda, dana-danau

  1. Kata ulang berimbuhan atau kata ulang sebagian, yaitu bentuk pengulangan kata dengan mendapat awalan, sisipan, akhiran, atau gabungan imbuhan sebelum atau sesudah kata dasarnya diulang.

Contoh : berlari-lari, bermain-main, menari-nari, hormat-menghormati, bunga-bungaan, kekanak-kanakan

  1. Kata ulang berubah bunyi atau bervariasi fonem, baik vokal maupun konsonan.

Contoh : lauk-pauk, serta merta, warna-warni, mondar-mandir

  1. Kata ulang suku awal atu dwipura, yaitu bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya, biasanya disertai variasi e pepet.

Contoh :

  • lelaki dari laki-laki ~ lalaki ~ lelaki
  • sesama dari sama-sama ~ sasama ~sesama
  • tetangga dari tangga-tangga ~ tatangga ~ tetangga
  1. 3.      Makna Kata Ulang
    1. Menyatakan banyak tak tentu

Contoh: gunung-gunung, daerah-daerah, gerak-gerik, rumah-rumah

  1. Menyatakan sangat

Contoh : rajin-rajin, besar- besar, kuat-kuat, manis-manis

  1. Menyatakan saling, berbalasan atau pekerjaan dilakukan oleh dua pihak.

Contoh : kunjung-mengunjungi, tuduh-menuduh, tolong-menolong

  1. Menyataka paling atau intensitas.

Contoh : sebaik-baiknya, setinggi-tingginya, sebanyak-banyaknya

  1. Menyatakan tiruan atau menyerupai

Contoh : orang-orangan, rumah-rumahan

  1. Menyatakan bersenang-senang atau santai

Contoh: duduk-duduk, minum-minum, membaca-baca, tidur-tiduran

  1. Menyatakan dikenai sifat atau tidak

Contoh : Kebarat-baratan, kehijau-hijauan

  1. Menyatakan himpunan pada kata bilangan

Contoh : dua-dua, lima-lima, banyak-banyak

  1. Menyatakan agak

Contoh : kepala pening-pening, badan sakit-sakit, jangan malu-malu

  1. Menyatakan beberapa

Contoh : bertahun-tahun, berhari-hari

  1. Menyatakan terus-menerus

Contoh : bertanya-tanya, mencari-cari

  1. Menyatakan waktu

Contoh : pagi-pagi, datang-datang

  1. Menyatakan semakin atau bertambah

Contoh : lama-lama ia pingsan, meluap-luap amarahnya

  1. Menyatakan berusaha

Contoh : menyabar-nyabarkan diri, menguat-nguatkan hati, menahan-nahan amarah.

  1. E.     Kata Majemuk
    1. 1.      Pengertian Kata Majemuk

Kata majemuk ialah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki struktur tetap, tidak dapat disisipi kata lain.

Contoh : Meja makan

  1. 2.      Ciri- ciri kata majemuk
    1. Memiliki struktur yang tetap dan tidak dapat diubah-ubah letaknya

Contoh : meja makan dibalik menjadi makan meja (tidak logis)

  1. Tidak dapat disisipi oleh kata lain seperti kata yang, sedang dll.

Contoh : Meja (yang)  makan (tidak logis)

Meja (sedang) makan (tidak logis)

  1. 3.      Bentuk- bentuk kata majemuk
    1. Kata majemuk kiasan

Contoh : kaki tangan, anak buah, mata-mata

  1. Kata majemuk setara sejalan

Contoh : pahit getir

Hancur lebur

  1. Kata ulang majemuk berlawanan

Contoh : siang malam, kawan lawan, laba rugi

  1. Kata majemuk gabung bersusun sederajat

Contoh : teman sejawat, kaum kerabat, sanak famili

Iklan
0

Jakarta-Jogja

Sekarang bulan Mei di tahun 2013, tetapi entah kenapa sampai bulan ke lima ini hujan masih saja terus mengguyur tanah Jakarta tanpa pernah bosan. Aku memilih keluar untuk menikmati hujan. Dan entahlah, satu pesan darimu membuatku segera beranjak dan menujumu secepat mungkin, seperti saat ini.
“ Kamu suka kesini? “ Tanyamu, tangan kanannya sibuk memilih buku best seller yang berjajar di rak paling depan toko ini.
“Iya, dua kali seminggu. Itu juga kalau rutin.” Jawabku
Kamu tersenyum, menghentikkan jemarimu dan mengambil salah satu buku.
“Kamu betah di Jakarta Rin?”
“ Ya aku betah- betahin, ini sudah menjadi pilihanku. Jakarta tidak terlalu buruk seperti yang kau pikirkan”
Kamu terkekeh mendengar kata- kataku.
“ Dan bakal nambah buruk karena kamu ada disini” Katamu sambil menahan tawa.
Refleks kutinju lenganmu, dan beruntungnya kamu tidak sempat menghindar dariku.
” Dan bagaimana dengan Jogja, Kota pelajar yang kamu bangga- banggakan itu?”
“Not bad, aku menikmatinya.” Jawabmu disertai dengan senyummu yang selalu menawanku. Senyuman sederhana namun menentramkan. Kamu laki- laki pertama yang mampu membuatku merasa nyaman berada di dekatmu. Setelah ayahku tentunya.
“Satu yang aku sesalkan, kenapa kita tak memilih kota yang sama, mencoba hal-hal baru berdua dan mengenang masa putih abu- abu kita”
Kamu mengatakan kata- kata itu dengan cepat, dua bola matamu terus menatapku tanpa memberi izin untukku menghindar dari situasi ini.
“Kamu seperti Jakarta Rin, dari luar terlihat kau tegar dan hebat tapi nyatanya kau rapuh di sana sini.“
Kamu memang sok tahu, tapi ke-sok tahuanmu itu seringkali benar.
“Dan kamu seperti Jogja Gi, Selalu istimewa di hatiku”.
Kamu tersenyum. Aku tersenyum. Tak ada kata cinta, tapi aku tahu dalam diamku dan diammu terselip nama kita berdua. Rini dan Gio.

bn327030

0

UNSUR EKSTRINSIK KARYA SASTRA

A. Pengertian Unsur Ekstrinsik Karya Sastra
Unsur ekstrinsik karya sastra adalah unsur- unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik karya sastra bisa kita ibaratkan dengan pembangunan suatu rumah. Unsur ekstrinsik bukanlah bahan- bahan untuk membangun rumah seperti batu bata atau yang lainnya. Unsur ekstrinsik lebih mengarah pada kondisi sosial dan budaya pembangun rumah sehingga mempengaruhi model sebuah rumah. Jadi dapat ditegaskan bahwa unsur ekstrinsik karya sastra lebih mengarah pada kondisi sosial dan budaya dari pengarang sehingga mempengaruhi penciptaan sebuah karya sastra.
B. Unsur Ekstrinsik Karya Sastra
Menurut Welleck dan Warren (1956) bagian yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra adalah:
1. Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan dan pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi penciptaan sebuah karya sastra.
Contohnya adalah Emha Ainun Najib, ia adalah sastrawan yang berasal dari Jawa dan kental dengan kehidupan Jawa. Maka karya sastra ciptaannya tidak lepas dari kehidupan sosial dan budaya di Jawa.
2. Keadaan psikologis, baik psikologis pengarang, psikologis pembaca maupun penerapan prinsip psikologis dalam karya.
Keadaan psikologis pengarang pasti akan memberi warna yang berbeda dari sebuah karya sastra. Keadaan psikologis pengarang mempengaruhi pemilihan tema, bahasa dan alur cerita karya sastra. Hasil karya sastrawan muda pastilah berbeda dengan hasil karya sastrawan senior.
3. Keadaan lingkungan pengarang, baik sosial, ekonomi dan politik.

Contohnya adalah pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi yang menceritakan tentang kehidupan sosial pesantren. Bagaimana menjalin pertemanan yang berbeda asal daerahnya, serta perjuangan untuk meraih cita- cita. Pengarang merupakan orang yang sudah mengetahui bahkan mungkin juga mengalami kehidupan sosial yang ada di pesantren sehingga ia dapat dengan baik menuangkannya dalam sebuah novel.
4. Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama dan lain- lain.
Latar belakang keagamaan pengarang juga sangat berpengaruh pada penciptaan karya sastra. Contohnya saja adalah novel Ayat- Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.
C. Mengidentifikasi Unsur Ekstrinsik pada Prosa
1. Unsur Ekstrinsik Pada Novel Siti Nurbaya
a. Sikap dan Pandangan Pengarang
Sikap dan pandangan pengarang bersifat tersirat dalam novel Siti Nurbaya. Dijelaskan bahwa kaum tua sangat mendominasi kaum muda. Kaum muda yang menantang kaum tua dianggap melanggar adat istiadat setempat, contohnya adalah kawin paksa yang dilakukan kebanyakan orang tua pada zaman tersebut.
b. Latar Belakang Masyarakat
Novel Siti Nurbaya menggambarkan masyarakat di daerah Minangkabau. Masyarakat Minangkabau terkenal dengan ketaatannya pada agama Islam, selain itu adat yang berkembang di sini adalah garis keturunan yang kuat dari kaum ibu atau istilah lainnya adalah matrilineal.
c. Keadaan Sosial dan Ekonomi
Masyarakat Minangkabau memiliki keadaan ekonomi dan sosial yang cukup mapan. Masyarakat disana rata- rata memiliki tanah garapan sendiri untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari berupa perkebunan kelapa sawit. Mata pencaharian orang Minang adalah sebagai pedagang dan petani kelapa sawit.
d. Agama Pengarang
Pengarang novel Siti Nurbaya adalah orang asli dari Minangkabau. Masyarakat Minang memang terkenal dengan ketaatannya dalam memeluk agama Islam. Nama lengkap pengarang adalah Marah Halim Bin Sutan Abubakar.
e. Idealisme Pengarang
Idealisme yaitu pendirian yang kuat terhadap keyakinan, adat, pendidikan atau yang lainnya. Idealisme pengarang yang tersirat dalam novel Siti Nurbaya sebagai berikut:
1) Pengarang membuat karya sastra dengan maksud mendidik masyarakat yacng membacanya
2) Pengarang menganggap bahwa tidak selamanya kaum muda harus taat pada kaum tua.
2. Unsur Ekstrinsik Pada Cerpen Senyum Karyamin
a. Keadaan Sosial
Dalam cerpen senyum karyamin diceritakan kehidupan pedesaan yang masih kumuh, lugu, dan alami.
b. Keadaan Ekonomi
Kehidupan ekonomi lebih mengarah pada kehidupan rakyat pedesaan yang jauh dari kesan mewah. Mata pencaharian penduduknya rata- rata sebagai kuli pencari batu.

0

Belajar sambil Bermain di Komunitas Langit Kemuning

Haloo selamat malam semuanya, satu minggu ini berasa lelet banget yak. Nunggu sabtu aja berasa lamaaa banget *udah ngiler pengin weekend! , yaudah daripada galau nunggu weekend mending aku nulis ceritaku tentang komunitas yahudd yang baru dirilis awal Januari 2013. Check this out!
Berawal dari sms teman yang minta tolong padaku untuk membantunya mengajar bahasa inggris special for anak- anak SD di rumahnya diperkenalkanlah diriku dengan suatu komunitas anak yang ternyata baru dirilis awal tahun ini. Pertamakali mendengar ada suatu komunitas anak, otomatis aku langsung antusias untuk membantu, membantu apa saja deh yang penting bisa andil *buat pengalaman gituu. Pucuk dicinta ulam tiba, salah seorang volunteer LK (Langit Kemuning) namanya mbak Putri mengajakku untuk ikut serta dalam kegiatan LK. Komunitas ini memang dikhususkan untuk memberikan layanan buku bacaan bagi anak- anak (khususnya anak usia TK-SD), konsepnya seperti rumah baca atau mobil pintar. Disini anak- anak bisa membaca semua buku sesuka hati mereka.
857460_158213477665259_1774052709_o
Selain kegiatan membaca ada banyak kegiatan lain yang menyenangkan seperti wide game yang selalu membuat anak betah berlama- lama di teriknya panas matahari.

satu..dua..tiga..angkat!

satu..dua..tiga angkat!

Buku-buku yang sudah terkumpul Alhamdulilah sudah mencapai puluhan buku. Selain menerima sumbangan buku kita juga menerima sumbangan financial. Acara ini selalu mendapat sambutan hangat dari anak- anak di berbagai tempat yang LK datangi, rasanya terharu bin bahagia :’). Minggu, 17 Maret 2013 adalah acara ke empat LK, anak yang ikut mencapai 44anak dan hanya 3 kakak LK yang membimbing mereka belajar sambil bermain. Salut deh buat mbak putri, mbak aya sama mbak ela hehe maaf ya aku nggak bisa bantu, terhalang jarak yang jauh. At least but not least, semoga komunitas Langit Kemuning ini bisa tetap survive dan selalu dengan ikhlas memberikan perhatian mereka terhadap anak- anak Indonesia yang luar biasa.
Dapet sticker cantik juga loh khusus buat kamu kamu yang ikutan menyumbang untuk anak- nak LK 🙂
857155_162964417190165_1057034720_o

0

Being 20

Selamat malam jomblo- jomblo bahagia *eh emang jomblo ada yang bahagia ya? Rasanya nggak nyangka dan setengah nggak percaya kalau sudah dua bulan ini aku sudah berkepala dua *ketahuan tueknya :P. Anyway aku nggak terlalu excited tuh menjalani masa- masa twentiesku, sebaliknya rasa penuh tekanan datang menghantuiku secara aku udah kehilangan masa belasan tahunku yang unyu-unyu.
Saat kamu berusia 20 tahun alias berkepala dua maka kamu harus menyadari beberapa hal di bawah ini:
1. 20 tahun, saatnya ber-goodbye ria dengan masa belasan tahunan yang penuh dengan hal- hal gila.
2. 20 tahun, itu usia yang menurut orang- orang udah bukan remaja lagi tapi sudah beralih ke masa dewasa.
3. 20 tahun, saatnya moving on dari benda- benda sok imut kayak boneka upin ipin atau shaun the ship *hiksss

upin
4. 20 tahun, nggak ada tuh alesan kalau kita lagi labil…20 tahun itu mesti berwibawa booo
5. 20 tahun, merasa nggak enak ati kalau minta uang mulu sama ortu buat beli ini itu *saatnya cari uang sendiri sambil kuliah, tapi sampai saat ini belum menemukan pekerjaan yang cocok buat kerja sambilan
6. 20 tahun, saatnya serius mencari pasangan hidup *eaak.. bukan cari cowok yang hanya punya tampang ganteng yang biasa anak- anak ababil demenin

hayoo yang ini mau nggak?

Hayoo yang ini mau nggak? 😛
7. At least..20 tahun itu gue harus bisa masak, titik.
Flashback dua bulan yang lalu waktu aku lagi seneng- senengnya dapat kado dari teman-teman, haduuh rasanya terharu banget dapet surprise party dari sahabat tercinta. Makasih ya guys 🙂
CIMG1171

Ultah ke-19 diajak main ke pantai sama teman-teman, pas ultah ke 20 dapat surprise party di kosan tercintah
411025_523192994365349_1853818377_o

0

Urusan Perasaan, Urusan Membolakbalikan Hati Hanya Milik Allah Semata

Copas dari pagenya Bang Darwis Tere LIye
*Urusan perasaan, perasaan, dan perasaan

Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya.

1. Jatuh cinta itu manusiawi. Urusan perasaan, urusan membolak-balik hati itu adalah milik Allah. Boleh jatuh cinta? Ya boleh, tidak ada ulama dari mazhab manapun yg melarang jatuh cinta lawan jenis, mengharamkannya. Apalagi, duhai, seperti terjatuh, kita tdk pernah tahu kapan jatuh cinta itu terjadi. Tiba2 perasaan itu sudah mekar tak berbilang.

2. Lantas, kalau kalian jatuh cinta, so what? Nah, ini bagian yg menariknya. Kalian mau menyatakan perasaan itu? Lantas so what? Kalian mau dekat2 dgn seseorang itu? Kalian mau telpon2an, tahu dia sedang apa, apakah bisulnya sudah sembuh, apakah panunya tidak melebar, apakah konstipasinya sudah hilang, sudah bisa ke belakang? Kebanyakan di usia remaja, hingga 20-an something, lantas kemudiannya ini yg tidak jelas. Pacaran? Tidak pacaran? Langsung menikah?

3. Ketahuilah, kita hidup dalam norma2, nilai2, batasan2 yg harus dihormati. Kecuali kalau kalian menolak norma2, nilai2, batasan2 tersebut, silahkan (dan berhenti sudah meneruskan membaca notes ini, karena kalian sudah tdk se-zona waktu lg dgn tulisan ini). Itu benar, memiliki perasaan itu kadang serba salah, makan tak enak, tidur tak enak. Itu benar, ada keinginan utk tahu apakah seseorang itu balik menyukai, keinginan utk bilang, cemas nanti dia digaet orang. Tapi kalau hanya ini argumen kalian, oh dear, orang2 sakau, ngobat, lebih tersiksa lagi saat dipisahkan dr hobinya tersebut. Mereka bisa mencakar2, bahkan melukai diri sendiri hingga begitu mengenaskan dan (maaf) is dead. Sy rasa, seingin apapun kalian jumpa dia, paling cuma nangis, tidak akan mati. Itulah kenapa hidup kita ini punya peraturan, agar semua orang bisa punya pegangan, selamat dr merusak dirinya sendiri. Sy tdk akan menggunakan dalil2 agama dalam notes ini–karena orang2 yg pacaran, kadang risih mendengarnya. Jadi kita sama2 kuat, sy pakai logika kalian sj.

4. Tapi saya harus bilang agar lega, bagaimana dong? Ya silahkan saja kalau mau bilang. Tapi camkan ini baik2, cinta sejati adalah melepaskan. Catat itu baik2, tanyakan pd pujangga kelas dunia, hingga pujangga amatiran narsis tere liye, semua bersepakat, cinta sejati adalah melepaskan, lepaskan dia jauh2, maka kalau memang berjodoh, skenario menakjubkan akan terjadi. Jadi? Kalau kalian belum jelas so what-nya, lantas kemudian mau apa setelah bilang, maka mending ditahan, disimpan dalam hati. Tuhan itu mendengar, bahkan desah tersembunyi anak manusia di pojok kamar paling gelap, paling sudut, di salah-satu kampung paling terpencil, paling jauh dari peradaban, paling tdk ada aksesnya. Jodoh itu misteri. Kalau nggak pakai usaha, nanti nggak dapat, gimana dong? Tentu saja usaha, tapi bukan dengan pacaran. Usaha terbaik mencari jodoh adalah: dgn terus memperbaiki diri. Nggak paham, kok malah aneh, malah disuruh memperbaiki diri. Ya itulah, dalam banyak hal, kalau kita nggak nyambung, memang nggak ngerti. Misalnya, banyak orang yg mikir kalau mau dapat ikan itu harus mancing di sungai. Padahal sebenarnya sih, kalau mau ikan, ya tinggal pergi ke pasar ikan. Lebih tinggi kemungkinan dapat ikannya–asumsinya punya uang.

5. Tapi apa salahnya pacaran? Boleh2 saja dong? Saya justeru merasa lebih semangat, lebih kreatif, lebih apa gitu setelah pacaran? Nah itu dia, kalian benar2 menyimpan bom waktu jika meyakini pacaran itu memberikan energi positif. Pacaran itu bentuk hubungan, dan sebagaimana sebuah bentuk hubungan antar manusia, posisinya rentan rusak, gagal, dan binasa. Boleh jadi betul, riset canggih akademik membuktikan orang2 pacaran bisa memperoleh motivasi baik, tapi saya, tidak akan memilih menggunakan ‘pacaran’ sbg sumber energi, mengingat sifatnya yg temporer sekali. Mending sy milih kekuatan bulan, jelas2 bulan itu sudah ada milyaran tahun, pacaran paling mentok hitungan jari tangan bertahannya.

6. Baik, baik, lantas kalau tidak boleh pacaran, gimana dong? Kongkretnya apa yg harus sy lakukan? jawabannya mudah: Tidak ada yg perlu dilakukan. jatuh cinta, alhamdulillah, itu berarti tanda kita normal. lantas? Biarkan saja. Sibukkan diri sendiri dgn hal2 positif, isi waktu bersama teman2, keluarga. Belajar banyak hal, mempersiapkan banyak hal. Hanya itu. Nggak seru, dong? Lah, memangnya kalau pacaran seru? Paling juga cuma nonton ke manalah, pergi kemanalah. Pacaran itu seolah seru, karena dunia telah menjadi etalase industri entertainment. Pesohor2 menjadi teladan–padahal akal sehat siapapun tahu itu bahkan rendah sekali nilainya. Dari jaman batu, hingga kelak dunia ini game over, pegang kata2 saya: menghabiskan waktu bersama orang tua, kakak, adik, teman2 terbaik selalu paling seru. Apalagi jika ditambah dgn terus belajar, produktif, dsbgnya.

7. Lantas bagaimana sy melewati masa2 galau ini? Lewati seperti kebanyakan remaja lainnya. Lurus. Boleh kalau kalian mau menulis diary tentang perasaan2 kalian. Boleh galau menatap langit2 kamar. Boleh cerita2 curhat sama teman dekat dan orang tua. Boleh, tapi ingatlah selalu perasaan itu punya kehormatan. Kalian pasti sebal kan lihat teman sekelas yg tiba2 datang ke sebuah pesta ultah (padahal dia tidak diundang), sudah tdk diundang, makannya paling banyak, teriakannya paling kencang, paling gaya, norak, tidak tahu malu. Nah, ada loh–bahkan banyak– orang2 yg tdk sadar kalau dia sebenarnya juga norak dan tidak tahu malu dalam urusan perasaan. Ya, kita sih kadang tdk merasa kalau sudah genit, ganjen, lebay. Sy tahu, istilah menjaga kehormatan perasaan ini boleh jd susah dipahami, tapi itu nyata, orang2 yg bisa menjaga perasaannya, maka se galau apapun dia, sesengsara apapun dia menanggung semua perasaan, besok lusa, kemungkinan untuk tiba di ujungnya dgn selamat akan lebih besar. Jangan coba2 berdua2an, jangan coba2 pergi kemanalah hanya berdua, bergandengan tangan, dsbgnya. Itu benar2 menghabisi kehormatan kalian.

8. Nah, bersabarlah. Tunggu hingga kalian memang telah siap. Jika sudah yakin, silahkan kirim sinyal2, menyatakan perasaan, lantas silahkan libatkan orang tua. Btw (masih ngeyel), tapi banyak juga orang2 yg menikah tanpa pacaran bercerai, kok. Dan sebaliknya, orang2 yg pacaran malah langgeng? Itu benar. Sama benarnya dgn banyak orang2 yg mabuk2an, ngobat, tetap saja umurnya panjang. Eh, ada tetangga, alimnya ampun2an, malah meninggal lebih dulu. Harusnya kan kalau mereka melanggar peraturan, langsung ada petir menyambar. Menikah, membina keluarga, langgeng atau tdk, bahagia atau tidak, boleh jadi tdk ada korelasinya dgn pacaran atau tidak. Kita mungkin tdk pernah tahu misteri ini, tapi dengan menjalani prosesnya dgn baik, mengakhirinya dgn baik, semoga fase berikutnya berjalan dgn baik.

Sy konsen sekali masalah pacaran ini, karena sy tdk ingin kalian menghabiskan masa2 penting kalian utk urusan perasaan yg sebenarnya di usia kalian tdk penting2 amat. Dan sy harus bilang, orang2 yg paham, mengerti benar bahwa pacaran adalah pintu gerbang pergaulan bebas. Itu mengerikan. Masa’ kalian mau dekat2 dengan pintu yg ada tandanya ‘pergaulan bebas’. Saya bisa menjaga diri kok, tenang saja. Well, rasa2nya tidak ada orang di muka bumi ini, di zaman sekarang, yg bisa bilang dia sempurna bisa menjaga dirinya. Kalau bisa, maka setan akan gigit jari.

Sy membuat beberapa novel tentang perasaan, semoga itu bisa menjadi salah-satu alternatif kalian memahami beberapa poin di atas, hidup ini memiliki batasan2 yg tdk bisa dilanggar, bahkan sekuat apapun cinta tsb. Selalu ambil sisi positif dlm cerita2 tsb, lihat dr sudut pandang berbeda, maka boleh jd kalian akan menemukan pemahaman baru yg baik. Bukan sebaliknya, mengambil yg bisa memberikan argumen buat kalian–karena namanya novel, tentu sj sy harus memasukkan tokoh2 buruk, jahat. Sy juga menumpahkan banyak postingan soal ini, konsen saya.

Sy benar2 tdk bisa melakukan hal yg lebih kongkret dalam urusan ini, selain dgn tulisan2. Tapi itu hanya tulisan2. Itulah kenapa sy sangat menghormati guru2, orang2 dewasa, orang tua di sekitar remaja yg lebih kongkret, secara terus menerus menanamkan pemahaman itu ke remaja2 mereka. Dan di atas segalanya, yg akan membuat itu berhasil atau tidak, adalah kalian sendiri.

Mari kita janjian, yuks, hari ini, 13 September 2012, maka dua puluh tahun lagi, 2032, kalau umur kita panjang, dan kalian masih ingat postingan ini, kenanglah kembali masa remaja, masa usia 20-an something kalian. Rasa2nya sy bisa menebak, kalian akan nyengir mengingatnya. Boleh, nanti tiba2 mengirimkan email ke saya, Bang tere, sy masih ingat postingan 20 tahun lalu itu–asumsi sy masih ber narsis ria di mana2. Dan Bang tere ternyata salah. Boleh. Atau kalau sebaliknya, tentu saja boleh, kirim email, bilang, ternyata Bang tere benar.

0

CINTA DATANG KEPADAKU

Cinta Datang Kepadaku

KUPU-KUPU CINTA UNTUKKU

Hariyanto Wijoyo

Cinta ibarat seekor kupu-kupu,

semakin dikejar, semakin jauh terbang meninggalkanmu.

Biarkan kupu-kupu itu terbang kemana saja ia suka,

siapa tahu bila ia lelah dan tak sadar akan hadirmu,

ia bakal mengibaskan sayapnya ke arahmu.

Dalam keadaan yang tidak kau sangka.

Menumpang berteduh dari panas hujan badai duniawi.

Bila kupu-kupu yang telah menumpang berteduh,

tetap terbang meninggalkanmu.

Mungkin saja kupu-kupu yang dikejar,

bukan kupu-kupu yang Allah Ta’ala persiapkan untukmu.

            Ketika jatuh cinta kita bagai berada di taman surga. Ketika jatuh cinta, hari- harimu terasa lebih berwarna. Ketika jatuh cinta, kamu akan selalu menjaga penampilanmu di depannya. Hmm, jatuh cinta memang membuat semua orang mabuk kepayang. Namun, asal kamu tahu, ketika cinta itu datang kepadaku tolong jangan buat aku menjauh dariNya. Menomorduakan cinta tulusNya untuk seseorang yang entah dia atau bukan calon imam dalam keluargaku kelak. Siapapun tak akan mau memberikan cinta pada seseorang yang salah, seseorang yang memang bukan ditakdirkan untuk menjadi pendamping hidupnya. Aku tahu, mencari sosok “dia” yang ditakdirkan untukku memang tak semudah membalikan telapak tangan, mungkin aku hanya bisa menunggu dan sesekali mencarinya di sela- sela hariku. Aku hanya ingin sekali seumur hidup merasakan indahnya berbagi suka duka dengan seseorang yang ditakdirkan untukku. Aku tak ingin ketergesaan itu datang tanpa ikatan yang suci. Berikan petunjukMu ya Rabbi, jika memang dialah yang Engkau takdirkan untukku maka dekatkanlah ia untukku, namun jika dia memang bukan yang terbaik untukku jauhkanlah ia dariku, karena aku tak ingin menyakiti hatiku dan juga hatinya. Jatuh cintaku kali ini akan kubiarkan saja mengalir seperti air, melihat kemana ia akan pergi menemukan muaranya tanpa perlu tergesa- gesa untuk menemukan sosok “dia”. Jika memang berjodoh, sejauh apapun kita berusaha mengagalkannya maka itu tak akan pernah terjadi karena Allah lah sutradaranya, kita tinggal menjalankan peran sesuai dengan skenario yang ada.

Thanks for everything you give me, semoga kedekatanku denganmu menambah kedekatanku denganNya.
Gambar